Jam

Rabu, 02 November 2016

Thawadu

#Daulah_Khilafah_Islamiyah
#Arsip_Adab_akhlaq

๐ŸŒพ๐ŸŒพ๐ŸŒพ๐ŸŒพ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐Ÿ๐Ÿ๐ŸŒŽ๐Ÿ๐Ÿ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒพ๐ŸŒพ๐ŸŒพ๐ŸŒพ

ุจุณู… ุงู„ู„ู‡ ุงู„ุฑ ุญู…ู† ุงู„ุฑ ุญูŠู…

๐Ÿ“ฃ Ajakan Islam kepada Ummatnya untuk Bertawadhu'!

๐ŸŒธ Sesungguhnya nikmat Tawadhu’ adalah salah satu nikmat yang paling mulia dan paling agung yang Allah karuniakan kepada hamba-hamba-Nya. Bagian Nabi Shallallahu alaihi wassalam dari ahlak ini adalah bagian yang terbesar.

๐ŸŒน Beliau adalah pemimpin orang-orang bertawadhu’. Sampai-sampai ketika beliau mengabarkan kepada kita tentang kedudukan beliau disisi Allah, beliau mengatakan, “wa laa fakhra (Ini bukan untuk berbangga-banga)” supaya tidak ada orang yang berprasangka kepada beliau bahwa beliau Shallalahu alaihi wassalam mengatakan hal tersebut dengan berbangga diri atau sombong.

๐ŸŒป Beliau Shallallahu Alaihi Wassalam, bersabda: “Aku adalah sayyid anak Adam pada hari Kiamat, ini bukan untuk berbangga-bangga. Ditanganku ada panji pujian, ini bukan untuk berbangga-bangga. Dan, tidak ada seorang Nabi pun pada hari itu, Adam maupun selain dia melainkan berada dibawah naungan panjiku. Akulah orang pertama yang meminta syafaat dan orang pertama yang syafaatnya diterima, ini bukan untuk berbangga-bangga.”

❗️ Kini, marilah kita membawa hati kita untuk menyelami indahnya salah satu akhlak Nabi Shallallahu alaihi wassalam. Moga-Moga Allah menganugrahkan kita rezeki berupa akhlak, seperti akhlak beliau dan menjadikan kita sebagai sejawat beliau di surga. Sesungguhnya Dialah yang berkuasa atas hal itu.

๐ŸŒน Semoga bermanfaat - Barakallahu fiikum...

๐Ÿ“š (Lihat: Kitab Al-Muraqabah, Al-Amanah, At-Tawadhu, wa Al-Haya. Karya: Abu A'mar Mahmud Al-Mishri, Bab: 3, Tawadhu', Hal: 128)


☀️ุฎู„ุงูุฉ ุนู„ู‰ ู…ู†ู‡ุงุฌ ุงู„ู†ุจูˆุฉ☀️

Tidak ada komentar:

Posting Komentar